Hargai dan Cintai Air lewat kompetisi tulisan dan fotografi bersama Ditjen SDA dan Tempo

Tanpa kita sadari Air memiliki peran penting bagi manuasia dalam kehidupan sehari hari. Untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia, air dapat diperoleh dari berbagai sumber seperti air hujan (rain water), air permukaan (surface water), air tanah (ground water) dan air laut (seawater). Air tersebut tidak dapat langsung dimanfaatkan, karena tercampur dengan pengotor-pengotor tertentu yang berasal dari bermacam-macam sumber pengotor (industri, rumah tangga, pertanian dan lain-lain).

Besarnya manfaat air bagi kehidupan manusia maka kualitas air harus terjamin baik kualitas fisik, kimiawi maupun bakteriologi. Untuk menetapkan standar air bersih tidaklah mudah karena, tergantung pada banyak faktor tertentu yang menyangkut kegunaan air dan sumber air. Walaupun demikian ada kesepakatan bahwa air yang bersih tidak ditetapkan pada kemurnian air namun didasarkan pada keadaan normalnya.

 

Menurut WARDHANA (1999) indikator bahwa air lingkungan telah tercemar adalah ditandai dengan adanya perubahan atau tanda yang dapat diamati melalui:

  1. Adanya perubahan suhu air.
  2. Adanya perubahan nilai pH atau konsentrasi ion hidrogen.
  3. Adanya perubahan warna, bau dan rasa air.
  4. Timbulnya endapan, koloidal, bahan terlarut.
  5. Adanya mikroorganisme.
  6. Meningkatnya radioaktivitas air lingkungan.

Di sisi lain pesatnya pertumbuhan industri, kepadatan pemukiman penduduk dan rendahnya kesadaran masyarakat tentang pengelolaan limbah saat ini, menyebabkan kuantitas dan kualitas air berkurang (Amsyari,1996). Oleh karena itu tidak semua orang mempunyai kesempatan untuk mendapatkan air bersih. Sekitar 1,8 juta orang meninggal setiap tahun karena penyakit diare dan kolera, akibat penggunaan air yang tidak layak pakai.

Sehingga menjaga kebersihan air menjadi hal penting bagi kelangsungan hidup. Untuk menjaga kualitas air, Kementrian Kesehatan memberikan tips sebagai berikut:
  1. Pisahkan jarak antara sumber air dengan jamban dan tempat pembuangan sampah minimal 10 meter.
  2. Sumber mata air harus dilindungi dari bahan pencemar.
  3. Sumur gali, sumur pompa, kran umum dan mata air harus dijaga bangunannya agar tidak rusak.
  4. Lantai sumur sebaiknya kedap air (diplester) dan tidak retak, bibir sumur dan dinding sumur harus diplester dan sumur ditutup.
  5. Ember penampung air dilengkapi dengan penutup dan gayung bertangkai, serta dijaga kebersihannya.  
  6. Air harus dijaga kebersihannya dengan tidak ada genangan air di sekitar sumber air, dan dilengkapi dengan saluran pembuangan air, tidak ada kotoran, tidak ada lumut, pada lantai/dinding sumur.

Selain menjaga kualitas air, kita juga perlu memperhatikan cara melestarikannya karena dengan air kita mampu melakukan kegiatan sehari-hari dan mengkonsumsinya agar tetap bertahan hidup. Bahkan bukan hanya manusia saja yang membutuhkan, semua makhluk hidup sangat mem­butuhkan air. Bisa dilihat bahwa sebagian besar kawa­san bumi tertutupi oleh air, sehingga dapat dikatakan bah­wa air merupakan denyut nadi untuk kelangsungan ke­hidupan dan peradaban ma­nu­sia.

Karenanya, sangat diperlukan pelestarian air di muka bumi ini agar semua makhluk bisa bertahan hidup. Air ha­rus dihindarkan dari dampak pencemaran lingkungan agar tidak mengganggu kesehatan manusia. 

Beri­kut ini be­be­ra­pa cara yang dapat kita laku­kan untuk menjaga ke­lesta­rian dan keberadaan air di bumi ini.

  1. Menjaga kebersihan lingkungan. Keber­sihan ling­kungan adalah hal mutlak yang ha­rus kita jaga demi men­jaga keberadaan air agar tidak tercemar oleh limbah dan kotoran. Menjaga keber­sihan lingkungan akan mem­buat air yang kita pakai dan kita konsumsi tidak sampai tercemar. Adalah tugas bersa­ma untuk selalu menjaga ke­bersihan sungai, selo­kan dan sumber-sumber air yang kita butuhkan.
  2. Menghemat pengguna­an air. Peng­gunaan air secara berlebihan dan tidak ber­tang­­gungjawab dapat berakibat pa­da bencana kekeringan. Kita harus bisa mengurangi kebiasaan buruk seperti man­di terlalu lama atau lupa un­tuk menutup keran air setelah mandi. Sebaiknya tidak me­nyiram tanaman di pekarang­an rumah dengan alat pe­nyem­prot, atau membersih­kan kendaraan bermotor de­ngan alat penyemprot karena ini adalah tindakan memuba­zirkan penggunaan air ber­sih. Pemborosan penggunaan air bisa mengakibatkan ber­kurangnya sumber air yang ada dan akan berdampak sa­ngat buruk saat terjadi musim kemarau.
  3. Membuang sampah pa­da tempatnya. Keberadaan sam­pah di dalam saluran air atau di sungai selain menye­babkan pencemaran, dapat pu­la menyebabkan bencana banjir. Me­numpuknya sam­pah di selokan akan menutup aliran air sehingga air akan meluber hingga ke jalan, bah­kan bila volume airnya terus bertam­bah akan meng­genangi rumah-rumah di se­kitarnya. Sungai yang sudah tercemar oleh sampah pun pada akhirnya tidak dapat lagi dimanfaatkan oleh ma­syarakat sekitar sungai untuk mandi atau sebagai sumber air bersih untuk dikonsumsi.
  4. Mengurangi pengguna­an bahan kimia berbahaya. Meminimalkan penggunaaan bahan kimia dalam kehidup­an sehari-hari merupakan sa­lah satu cara yang sangat tepat untuk melindungi perairan dari cemaran bahan berba­ha­ya. Ketika bahan-bahan ki­mia yang telah dipakai larut dalam air, maka bahan-bahan tersebut akan dapat merusak ekosistem air. Misalnya zat-zat kimia yang ada di air akan dapat menghancurkan alga-alga yang merupakan ma­kan­an plankton. Selain tentu saja tidak bisa lagi dimanfaatkan oleh manusia untuk kehi­dup­annya.
  5. Tidak sembarangan mem­buang bahan kimia. Bahan-bahan kimia yang di­perguna­kan dalam kehidupan sehari-hari ternyata juga da­pat berbahaya bagi kelestarian air dan dapat merusak lapisan atmosfer bumi. Bahan kimia yang dapat berubah jadi gas, apabila lepas ke udara akan menyebabkan pen­cer­maran udara yang dapat memperbu­ruk kese­hatan manusia dan makhluk hidup lainnya. Se­baiknya tidak membuang cat, oli, minyak, atau bahan kimia lainnya ke dalam air sungai karena dapat membu­nuh ekosistem dalam sungai. Bahan-bahan kimia itu dapat ditanam sehingga dampak ter­papar kepada manusia da­pat diminimalisir.
  6. Mendaur ulang barang bekas. Beberapa masyarakat memiliki tabiat buruk dengan membuang barang-barang be­kas atau sampah rumah tangganya ke dalam sungai atau sa­luran air. Padahal se­benarnya barang-barang be­kas itu masih bernilai eko­no­mis bila didaur ulang. Sam­pah dapur berupa sayuran yang sudah tidak terpakai bi­sa dibuat pupuk kom­pos, se­mentara sampah kering se­perti botol air mineral masih bisa dijual ke pengepul ba­rang-barang bekas dan bisa didaur ulang kembali oleh pabrik plastik.
  7. Mencegah penebangan pohon secara liar. Penebang­an pohon di hutan-hutan lin­dung dapat memengaruhi ke­tersediaan air di lingkungan sekitarnya. Akar pohon yang kuat adalah tempat menyim­pan air yang akan mencegah kekurangan air di mata air pada saat musim kering. Bila pohon-pohon di hutan diba­bat habis, maka ketersediaan air ke daerah perkotaan akan minim. Keberadaan pohon-pohon juga dapat mencegah bencana banjir dan tanah longsor.
  8. Menghijaukan kembali hutan. Dengan melaksanakan reboisasi atau menanam kem­bali pohon akan dapat me­ngu­rangi dampak kerusakan hutan. Hijaunya hutan kem­bali akan dapat menyediakan air bersih untuk dapat digu­nakan oleh manusia. Penye­diaan air alami dari hutan untuk dikonsumsi masyara­kat perkotaan adalah lebih baik dari pada pemrosesan air secara kimia dari sungai-su­ngai yang telah tercemar. Hu­tan yang hijau mampu memberikan mata air alami dan kebersihan airnya lebih terjamin.
  9. Tidak membuang lim­bah pabrik ke dalam sungai. Pemerintah perlu membuat aturan yang ketat agar pabrik tidak mem­buang limbahnya secara langsung ke dalam alir­an sungai. Pabrik-pabrik wajib menye­di­akan lahan khusus untuk memproses limbah­nya sebelum dibuang ke aliran sungai. Limbah pab­rik yang biasanya adalah bahan kimia sangat berba­ha­ya dapat merusak eko­sistem air sungai dan tidak bisa di­manfaatkan lagi oleh manu­sia.
  10. Mengecek saluran pipa secara rutin. Perlu diadakan pengecekan saluran pipa air bersih yang mengalir ke ru­mah-rumah masyarakat. Ini untuk mencegah kebocoran pipa dan pemborosan air aki­bat terbuangnya air secara per­cuma dalam volume yang cukup besar. Usia pipa besi saluran air pun harus diper­kirakan kapan waktunya di­ganti, karena besi biasanya me­lepaskan zat-zat kimia ber­bahaya bisa telah mengalami pengaratan. Saat ini pipa pa­ralon dari campuran plastik dan karet dinilai lebih aman daripada pipa besi yang bisa berkarat.
  11. Menjaga kestabilan ketersediaan air bersih dari sumber-sumber air. Hutan lin­dung adalah satu-satunya penyedia air bersih alami dari sumber mata air alami. Ke­ter­sediaan air dari sumber mata air alami ini hanya dapat dijaga kestabilannya dengan menjaga kelestarian hutan alami di sekitar mata air. Hu­tan harus benar-benar dice­gah dari upaya pengalihan fungsinya atau dari upaya penebangan liar.
  12. Menggunakan shower ketika mandi. Shower diya­kini dapat mengurangi peng­gunaan air saat kita mandi. Jika memakai gayung, gu­yur­an air ke tubuh tidak men­jang­kau seluruh bagian tu­buh sehingga memerl­ukan volume air yang lebih banyak ketim­bang menggunakan shower.
  13. Tidak menggunakan air sumur secara berlebihan. Sumber air dari dalam tanah atau sumur tentu sangat ter­gantung dari resapan air hu­jan ke dalam tanah. Penggu­naan air sumur secara seram­pangan dan berlebihan dapat menyebabkan turunnya per­mukaan tanah akibat air da­lam tanah berkurang drastis. Pada musim kemarau, keter­sediaan air sumur bisa sangat berkurang bahkan tidak ada sama sekali. Karena air su­mur sangat tergantung pada curah hujan, maka sebaiknya penggunaannya dibatasi ja­ngan sampai berlebihan.

 

Ditjen SDA Kementerian PUPR dan Tempo mengajak masyarakat untuk mengikuti kompetisi karya tulis dan fotografi dalam memperingati Hari Air Dunia XXIX tahun 2021. Periode kompetisi dan submisi karya tulis dan fotografi berakhir pada 17 Maret 2021.

Pemenang akan diumumkan pada 22 Maret, bertepatan dengan Hari Air Dunia XXIX tahun 2021. Perlombaan ini bersifat gratis, peserta wajib berhati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Tempo. 

Untuk pendaftaran, bisa mengunjungi link berikut ini .


 

Mulailah sedini mungkin untuk menjaga kelestarian dan kualitas air. Jika bukan kita maka siapa lagi yang akan melestarikan air dari muka bumi ini. 💓💓💓


#Water2me
#HariAirDuniaXXIX2021
#MengelolaAirUntukNegeri
#SigapMembangunNegeri


Komentar

waritsa mengatakan…
Terima kasih informasinya. Jadi semakin menghargai dengan kemudahan keberadaan air di lingkungan.
Reni Susanti mengatakan…
Setuju banget...
Makin miris sama kondisi air sekarang. Sungai dan laut banyak tercemar, banjir dimana-mana, krisis air bersih.
Moga kita semua makin aware ya 🥺🙏
ShintaDwiA mengatakan…
Terima kasih infonya.
Sekarang kondisi air memang bikin khawatir ya, beda banget dengan zaman dulu. Mesti digalakkan lagi supaya kualitas air lebih baik.
Eka Fitriani Larasati mengatakan…
Air bersih emang makin sedikit, air laut banyak berlimpah. Tapi gak mungkin kita suling semua air laut agar bisa di minum. Menjaga kualitas air bersih menjadi hal yang penting ya. Terutama menjaga hutan sebagai wadah cadangan air dan hemat air bersih
chairina bawazir mengatakan…
btw linknya mana kak ? kayanya gak ada deh. aku jadi pengen ikutan juga lombanya hehe bener banget sih air tuh jadi sumber segala sumber sumber penghidupan ya. harus pintar-pintar kita melestarikannya.
Akarui Cha mengatakan…
Air memang salah satu sumber penghidupan. Tanpa air rasanya kehidupan pun nggak berjalan dengan baik. Semoga makin banyak orang yang sadar akan betapa pentingnya ketersediaan air ini.
Roosita Damayanti mengatakan…
Terima kasih kak. Tulisannya sangat bermanfaat sekali. Semoga dengan ini lebih banyak yang lebih mencintai lingkungan
Han mengatakan…
Bener banget ini kak. Jadi keinget gimana susahnya anak2 di belahan Afrika Selatan untuk mendapatkan akses air bersih. Sedih kalo inget itu. Minum aja mereka ambil air lumpur :')
Nur Asiyah mengatakan…
Saya baru tahu lo ternyata ada tips untuk air bersih juga dari pihak dinas kesehatan. Semoga pesan ini tersampaikan pada banyak orang dan masyarakat lebih cinta pada lingkungan.
Iva C Wicha mengatakan…
Smoga makin byk prang yg sadar dan peduli ttg hal ini ya mba, aku jga slalu kebayang2 apa nanti anak cucu bsa menikmati air bersih sprti skrg
Marita Ningtyas mengatakan…
Saat air sedang melimpah, seringkali kita lupa betapa berharganya air. Asyik sesuka hati pakai air tanpa mikir ini itu. Tapi begitu musim kemarau datang, baru deh sadar betapa tanpa air, hidup kita 'pincang'. Belum lagi kesadaran tentang menjaga air juga masih rendah banget. Memang perlu ada program-program keren semacam ini biar awareness menjaga air di masyarakat tumbuh melekat.
Arai Amelya mengatakan…
Gimanapun juga, dalam kondisi apapun air memang sangat penting buat manusia. Manusia mungkin bisa bertahan tanpa makan selama beberapa waktu, tapi air? Nggak bisa huhu. Emang kudu mulai makin sadar ya soal keberadaan dan kebersihan air.
Pipit ZL ceritaoryza.com mengatakan…
Wah boleh nih. Kalau ikutan event kek gini tuh kita jadi tambah ilmu karena harus menggali pengetahuan dari berbagai sumber
Rizky Nasution mengatakan…
Wah boljug nih. Baru tahu infonya
Ratih Putri mengatakan…
Keren tulisannya menginspirasi banget. Masih ada kesempatan buat ikutan kompetisinya juga kan yaa
Fanny Aulia Lizara mengatakan…
kompetisinya boleh juga nih, sekalian nambah pengetahuan. semoga punya waktu luang buat ikutan ..
AnggaPHN mengatakan…
Seneng deh bacanya, ilmunya bermanfaat banget. Smoga aja stelah ini jadi smakin banyak yg perhatian soal issue ini ❤️
Fazirotul Firdaus mengatakan…
Aku baru tau kalo ada tips untuk menjaga kebersihan air, membantu banget tulisannya. Beruntung banget aku mampir kesini.
Alfizza mengatakan…
Terima kasih kak, tulisannya mengingatkan kita untuk bersama-sama jaga lingkungan dan SDA

Postingan populer dari blog ini

Mama’s Choice Baby Rash Cream, Salep Biang Keringet Aman untuk Bayi

Berkah Ramadhan Bagi UMKM Bersama JNE